Text
Catatan Harian dari Baghdad
BARANGKALI hingga saat ini, tidak ada peristiwa luar negeri yang begitu mencekam perhatian seperti Perang Teluk di mana Irak sendirian bertempur melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Nilai lebih buku ini adalah karena ditulis oleh wartawan muda Satrio Arismunandar berdasarkan pengamatannya langsung di tempat kejadian. Ketika bom dan peluru kendali pasukan koalisi dihunjamkan bertubi-tubi ke bumi Irak, ia bersama beberapa anggota Tim Perdamaian Teluk justru berada di jantung sasaran serangan itu, kota Baghdad.
Buku ini bukanlah analisis politik atau militer, namun berisi pengalaman langsung yang sarat dengan sikap dan pilihan kemanusiaan. Peristiwa, hasil pengamatan, renungan, dan perasaan mereka yang terlibat langsung di tengah perang ini dirangkum dengan gaya tulisan yang khas, dalam suatu wawasan perdamaian.
Tak pelak lagi, Perang Teluk telah mengubah konstelasi ekonomi, politik dan militer dunia Arab, kawasan Timur Tengah, dan dunia. Namun, dampak terbesar Perang Teluk yang mungkin tidak disadari, adalah perubahan dalam diri mereka yang terlibat di dalamnya. Perang ini telah mengubah persepsi dan cara kita dalam memandang dunia dan-yang tak kalah penting-juga dalam memandang diri sendiri.
| 95/69 | 910 ARI c | Absis Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain