Text
Pentas Kota Raya
Saat itu pelangi ada di atas kota ini. Pelangi begitu malu-malu muncul, hadir diam-diam di langit Jakarta sore itu. Jakarta tampil asik dengan menghadirkan pelangi di mata dan imajinasiku. Suara knalpot mesin-mesin dan mangkuk-mangkuk tukang bakso malang dengan kuahnya yang menguap-nguap menemani Jakarta yang kurang mesra sehabis hujan. Aku memperhatikan dari lantai tiga suasana itu. Kamu tahu, aku jadi teringat buku Fuad Hassan Pentas Kota Raya (1995) terbitan Pustaka Jaya. Jakarta tampil heboh dengan esai-esai menariknya di buku itu.
| 0479.NFI.97 | 915.983 HAS P81N | Absis Library | Tersedia |
| 97/617 | 915.983 HAS P81N | Absis Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain