PERPUSTAKAAN SEKOLAH ABDI SISWA

AREA PATRA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Ibadat dalam Kenduri - sebagai sarana pewartaan

Text

Ibadat dalam Kenduri - sebagai sarana pewartaan

M. Budi Sardjono - Nama Orang;

Tradisi kenduri hidup di tengah masyarakat dari berbagai suku. Di Jawa kenduri sering juga disebut slametan (selamatan) karena tujuannya memang minta berkat keselamatan dari Allah Sang Pencipta. Kenduri selalu dikaitkan dengan ujud tertentu, misalnya untuk memperingati arwah orang yang sudah meninggal dunia (mulai tiga hari sampai seribu hari), sebagai ungkapan syukur kepada Allah karena orang tua telah menyunatkan putranya atau telah menikahkan putra putrinya, ungkapan syukur dalam rangka mitoni (tujuh bulan usia kandungan), ungkapan syukur selapanan (tiga puluh lima hari usia bayi), mohon keselamatan untuk pembangunan rumah, mohon kelancaran usaha, dan sebagai ucapan syukur atas anugerah berupa hasil panen yang melimpah. Umat Kristiani yang hidup di tengah masyarakat yang plural mau tidak mau juga terlibat dalam kenduri, baik sebagai tamu undangan maupun yang punya hajatan kenduri. Jika sebagai tamu undangan tetangga yang menganut agama lain, umat Kristiani cukup mendengarkan ketika pemimpin kenduri berdoa menurut agama mereka atau mendukung dengan doa sesuai yang diajarkan Gereja. Bagaimana jika umat Kristiani yang mengadakan kenduri dan mengundang para tetangga yang majemuk? Tidak jarang, karena merasa sebagai minoritas, mereka minta tokoh agama lain (agama mayoritas) untuk memimpin kenduri. Penyebabnya antara lain belum tentu seorang prodiakon atau tokoh umat Kristiani siap memimpin kenduri di tengah masyarakat yang mayoritas umat non-Kristiani. Berangkat dari pengalaman itulah buku ini disusun. Sebagai sarana pewartaan, kenduri keluarga Kristiani bisa dipimpin oleh umat Kristiani sendiri, baik oleh prodiakon/asisten imam maupun tokoh umat setempat yang dipercaya mampu memimpin kenduri. Sebagai sarana ‘pewartaan’, kenduri bisa menjadi cara umat Kristiani memberi rasa di dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat kehidupan yang menjunjung tinggi pluralisme bisa diwujudnyatakan dalam tradisi kenduri.


Ketersediaan
23.NFI.148264 Bud iAbsis LibraryTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
264 Bud i
Penerbit
Yogyakarta : PT Kanisius., 2016
Deskripsi Fisik
128 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789792149913
Klasifikasi
264
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
Ibadat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SEKOLAH ABDI SISWA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Admin

Tentang Kami

Perpustakaan Sekolah Abdi Siswa berada dibawah naungan Yayasan Abdi Siswa. Santo Pelindung Yayasan Abdi Siswa yaitu St. Albertus dari Trapani.
Ikuti 
klik untuk mengetahui perkembangan dan informasi SEKOLAH KATOLIK ABDI SISWA.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik