Text
THE LIVING CHURCH
Seperti apakah Gereja yang Hidup itu? John Stott menjelaskan, Kita memerlukan gereja yang lebih konservatif radikal konservatif dalam arti bahwa mereka memelihara (conserve) apa yang dengan terang-terangan dituntut oleh Kitab Suci, tetapi radikal dalam kaitan dengan kombinasi antara tradisi dan kesepakatan yang kita sebut budaya. Kitab Suci bersifat tetap; budaya berubah.
.
Buku ini merangkum sejumlah ciri-ciri gereja yang autentik dan hidup. Ciri-ciri itu, pasti bersifat alkitabiah, tak tergantung waktu, dan perlu dipelihara. Kita semua didorong untuk menjadi gereja yang belajar, memelihara, beribadah, dan memberitakan Injil. John Stott membuka kebijaksanaan Kitab Suci dengan keahlian seorang guru dan menerapkannya dengan hati seorang pendeta. Menjadi gereja yang hidup bukanlah suatu tujuan yang tak mungkin.
.
Dalam pendahuluan, Stott menguraikan tentang berbagai perubahan dunia dan sikap Gereja dalam menghadapinya. Dalam hal ini, Stott menegaskan bahwa Gereja dipanggil bukan untuk menguasai dunia melainkan untuk membangun sebuah counter culture yang bersifat kristiani.
.
Stott menyajikan aspek-aspek pokok yang seharusnya tampak dalam gereja di setiap masa, yaitu Gereja yang belajar, Gereja yang mengasihi, Gereja yang beribadah, Gereja yang mengabarkan Injil. Ini semua diuraikan secara khusus dalam bab-bab isi buku yang kemudian ditutup dengan penegasan bahwa dampak dari semua itu adalah Gereja menjadi garam dan terang.
.
Buku ini menjabarkan keyakinan dan impian John Stott tentang gereja masa kini, yaitu gereja yang belajar, gereja yang mengasihi, gereja yang beribadah, gereja yang mengabarkan Injil. Ditutup dengan penegasan bahwa dampak dari semua itu adalah gereja yang menjadi garam dan terang dunia.
.
Table of Content
Pendahuluan: Gereja yang Bangkit
1. Pokok-pokok: Visi Allah untuk gereja-Nya
2. Ibadah: Memuliakan Nama Allah yang Kudus
3. Pemberitaan: Misi melalui gereja setempat
4. Pelayanan: Yang Keduabelas dan Yang Tujuh
5. Persekutuan: Implikasi-implikasi koinonia
6. Berkhotbah: Lima Paradoks
7. Persembahan: Sepuluh Prinsip
8. Dampak: Garam dan Terang
Kesimpulan: Mencari figur Timotius abad keduapuluh satu
Tiga Lampiran historis: Suatu Sketsa Autobiografis
| 23.NFI.195 | 270 STO t | Absis Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain