PERPUSTAKAAN SEKOLAH ABDI SISWA

AREA PATRA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of THE LIVING CHURCH

Text

THE LIVING CHURCH

John Stott - Nama Orang;

Seperti apakah Gereja yang Hidup itu? John Stott menjelaskan, Kita memerlukan gereja yang lebih konservatif radikal konservatif dalam arti bahwa mereka memelihara (conserve) apa yang dengan terang-terangan dituntut oleh Kitab Suci, tetapi radikal dalam kaitan dengan kombinasi antara tradisi dan kesepakatan yang kita sebut budaya. Kitab Suci bersifat tetap; budaya berubah.
.
Buku ini merangkum sejumlah ciri-ciri gereja yang autentik dan hidup. Ciri-ciri itu, pasti bersifat alkitabiah, tak tergantung waktu, dan perlu dipelihara. Kita semua didorong untuk menjadi gereja yang belajar, memelihara, beribadah, dan memberitakan Injil. John Stott membuka kebijaksanaan Kitab Suci dengan keahlian seorang guru dan menerapkannya dengan hati seorang pendeta. Menjadi gereja yang hidup bukanlah suatu tujuan yang tak mungkin.
.
Dalam pendahuluan, Stott menguraikan tentang berbagai perubahan dunia dan sikap Gereja dalam menghadapinya. Dalam hal ini, Stott menegaskan bahwa Gereja dipanggil bukan untuk menguasai dunia melainkan untuk membangun sebuah counter culture yang bersifat kristiani.
.
Stott menyajikan aspek-aspek pokok yang seharusnya tampak dalam gereja di setiap masa, yaitu Gereja yang belajar, Gereja yang mengasihi, Gereja yang beribadah, Gereja yang mengabarkan Injil. Ini semua diuraikan secara khusus dalam bab-bab isi buku yang kemudian ditutup dengan penegasan bahwa dampak dari semua itu adalah Gereja menjadi garam dan terang.
.
Buku ini menjabarkan keyakinan dan impian John Stott tentang gereja masa kini, yaitu gereja yang belajar, gereja yang mengasihi, gereja yang beribadah, gereja yang mengabarkan Injil. Ditutup dengan penegasan bahwa dampak dari semua itu adalah gereja yang menjadi garam dan terang dunia.
.
Table of Content
Pendahuluan: Gereja yang Bangkit
1. Pokok-pokok: Visi Allah untuk gereja-Nya
2. Ibadah: Memuliakan Nama Allah yang Kudus
3. Pemberitaan: Misi melalui gereja setempat
4. Pelayanan: Yang Keduabelas dan Yang Tujuh
5. Persekutuan: Implikasi-implikasi koinonia
6. Berkhotbah: Lima Paradoks
7. Persembahan: Sepuluh Prinsip
8. Dampak: Garam dan Terang
Kesimpulan: Mencari figur Timotius abad keduapuluh satu
Tiga Lampiran historis: Suatu Sketsa Autobiografis


Ketersediaan
23.NFI.195270 STO tAbsis LibraryTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
270 STO t
Penerbit
Jakarta : BPK Gunung Mulia., 2008
Deskripsi Fisik
21x14mm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789796874163
Klasifikasi
270
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Gereja / Church
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SEKOLAH ABDI SISWA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Admin

Tentang Kami

Perpustakaan Sekolah Abdi Siswa berada dibawah naungan Yayasan Abdi Siswa. Santo Pelindung Yayasan Abdi Siswa yaitu St. Albertus dari Trapani.
Ikuti 
klik untuk mengetahui perkembangan dan informasi SEKOLAH KATOLIK ABDI SISWA.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik